[dxld] Seorang DXer yang mengungguli teknologi

Monday, March 22, 2010 3:23 AM

From: “Supratik” <athena_eye@vsnl.com> To: dxld@yahoogroups.com

Pradip Kundu – Seorang DXer yang mengungguli teknologi ! – oleh Supratik Sanatani, Kolkata, India March 2010
Saya bertemu Pradip Kundu pertama kali ketika kami berkumpul di tempat Babul Gupta untuk melihat ICOM R75nya yang baru. ICOM dihubungkan ke dipole dan kawat panjang dan ditempatkan disamping PC yang sekarang merupakan sarana DX yang harus ada.

Ironisnya Pradip Kundu, DXer dari Tripura telah me-log beberapa QSL yang menakjubkan dengan hanya memakai  sebuah Bush dua band dan juga sebuah radio portable Philips. Ia datang ke Kolkata dengan koleksi QSLnya. Dilihat dari berbagai standard, koleksinya sangat menakjubkan, setidaknya untuk DXer India. Terdapat sejumlah besar stasiun-stasiun mw Eropa seperti Tallinin dan Villinus sampai Yugoslavia dan Finland dan stasiun-stasiun shortwave mulai dari Cook Islands sampai WWV di Colorado. Ada juga stasiun-stasiun tropis Afrika, tumpukan qsl MW Jepang dan banyak dari AIR yang eksotis. Para teknisi AIR Tezu terperanjat karena stasiun 250 watt-nya (ya 0.25 kW!)  yang hanya menjangkau wilayah Tezu mampu terdengar begitu jauh sampai ke Tripura.
Kebanyakan keberhasilan DX Pradip Kundu diperoleh di masa desanya belum mendapat aliran listrik. Ia membentangkan kawat GI biasa yang kemudian setiap kali ia pindah-pindahkan untuk mendapatkan arah yang berbeda-beda. Seorang DXer sejak 1978 dan pemilik koleksi QSL yang cemerlang sedang mencoba sebuah radio dengan digital frequency readout hari ini di tahun 2010!! Apa rahasia suksesnya? Desanya, Kumaria Kucha yang berjarak 35 km dari Agartala mendapat aliran listrik baru di tahun 1997. Hal itu memungkinkan Pradip untuk berDX dalam lingkungan yang noise free. Tugas kerjanya sekarang membawanya ke Agartala di mana saat ini ia tidak aktif lagi. Itu yang menjelaskan mengapa koleksi QSLnya kebanyakan bertanggal antara 1980 dan 1994.
Bagi seorang DXer dengan pencapaian seperti Pradip Kundu, ia masih belum terkoneksi dengan internet. Dan di awal hari-harinya sebagai seorang DXer belum ada TV. Awalnya ia mengenal DXing dari program DX Radio Monitors International tahun 1978. Program tersebut diproduksi di Pune oleh Adrian Peterson dari  studio AWR di Pune. Acara itu diudarakan sekali seminggu selama 15 menit dari SLBC Colombo. Indian DX Club International dari Kolkata punya sedikit segmen bulanan di program ini yang diproduksi oleh Alok Dasgupta. Di segmen itulah Pradip berkenalan dengan  para DXer  dari Kolkata. Tripti Ranjan Basu yang telah membalas surat Pradip masih tetap berhubungan erat dengan Pradip. Tripti pernah mengunjungi desa Pradip di Tripura di tahun 1982. Apa yang dikatakan Tripti tentang perjalanan itu? “Hijau – di mana-mana hijau”.
Mengapa Pradip punya koleksi begitu banyak stasiun Time signal termasuk stasiun Korea yang langka selain WWV, WWVH dan VNG? Di awal delapanpuluhan stasiun time signal ATA dari New Delhi mengirim sinyal dengan interval 15 menit. Karena Pradip tidak punya radio dengan frequency readout yang akurat, ia biarkan radio dua bandnya log ke stasiun time signal New Delhi dan mendengarkan siaran interval 15 menitnya!
Di balik beberapa dari hasil penangkapan Pradip yang langka ada cerita yang sederhana. Pada satu saat ia tuning in acara fajar “Mahalaya” siaran khusus dari AIR Agartala yang diudarakan beberapa hari menjelang Durga Puja. Tiba-tiba dengan suara keras dan jelas masuk di frekuensi ini Yugoslavia, sebelum akhirnya menghilang setelah 15 menit! Cerita sukses DXnya didasari oleh ketekunan dan ketelitian yang bagi seorang DXer di atas segalanya. Kemudian, sudah tentu, cerita lama tentang ionosphere.
Bagi seorang DXer yang sarana komunikasinya dengan dunia luar hanyalah pos, Pradip Kundu mengedit logging Asian DX Review (ADXR)  selama dua tahun. Ia berterima kasih untuk logging dari ADXR yang memberinya inspirasi hal DXing. Ia berperan juga dalam DXing propagasi. Di tahun 1996 harian Tripura yang terkenal “Dainik Sambad” membuka satu halaman penuh fitur artikel tentang DXing yang dirangkumnya. AIR Agartala sering menyiarkan program tentang DXing darinya . Pradip dikagumi Soumen basu, eksekutif program di AIR ketika ia pertama kali melihat koleksi QSL Pradip Kundu.
Pertemuan Pradip dengan para DXer Kolkata telah meningkatkannya dalam hal DXing. Ia berencana untuk mendapatkan sebuah radio digital dan menjangkau internet.

Re: [dxld] Radio Australia di SW – Monday, March 22, 2010 2:51 PM

From: “Glenn Hauser” <wghauser@yahoo.com> To: dxld@yahoogroups.com

Jadwal tak bertanggal seperti itu memang benar-benar menyebalkan. Sebagian besar frekuensi terlihat seperti masih dipakai, dan RA tidak membuat perubahan besar antara musim A dan B, tetapi mereka meng-updatenya.
11945 adalah Shepparton di 07-13, 329 derajat
Yes, tidak menyenangkan kalau stasiun-stasiun yang masih merupakan brodkaster SW justru sangat menginginkan untuk membuang medium itu.
Glenn
— Hari Senin, 3/22/10, sergei_dx <radonezh@yahoo. com> menulis:
Dari: sergei_dx <radonezh@yahoo. com>
Subject: [dxld] Radio Australia on SW Kepada: dxld@yahoogroups. com
Date: Monday, March 22, 2010, 7:25 AM

Di mana saya bisa mendapatkan jadawal terbaru SW R.Australia? Saya temukan file ini di situsnya: http://www.radioaus tralia.net. au/pdf/frequency _guide.pdf
Apakah itu yang lama?

Saya mendengarkan R.Australia sejak sekitar jam 11.30 UT di 11945 kHz dengan sinyal excellent. Tetapi saya tidak menemukan frekuensi ini di daftarnya.
Beberapa orang yang online kelihatannya sangat membenci SW. Perlu seorang detektif professional untuk menemukan link di mana stasiun-stasiun internasional besar menyembunyikan frekuensinya di situs-situs mereka!
Sergei

Re: [dxld] Radio Australia di SW – Tuesday, March 23, 2010 12:54 PM

From: “ron trotto” <Radios@consolidated.net> To: dxld@yahoogroups.com

Saya setuju dengan segei semua yang saya lihat adalah menu drop down dan tanggal yang saya temukan adalah Juli 2009 akan sangat membantu kalau mereka ingin mengupdate frekuensi-frekuensinya di situs mereka

Ron trotto
[dxld] Penemuan telegraf wireless

Wednesday, March 24, 2010 9:28 AM

From: “Mike Terry” <miketerry73@btinternet.com>

To: “DXLD” <dxld@yahoogroups.com>

Di era dunia yang semakin mudah terhubung sekarang, sulit membayangkan masa ketika komunikasi seluruh dunia memerlukan usaha yang sangat serius. Beberapa idealis mungkin membayangkan masa depan di mana komunikasi yang mendekati instant dimungkinkan, tetapi bagi sebagian besar bagian dunia hal itu hanyalah sebuah impian saja.
Salah satu dari para idealis itu adalah Guglielmo Marconi.
Marconi dilahirkan dengan kehidupan khusus: ayahnya adalah seorang Itali pemilik tanah yang kaya dan ibunya adalah seorang pewaris kekayaan Jameson Whiskey.
Sebagai seorang anak, Marconi berminat pada fisika dan matematika, dan sejak awal mempelajari ilmu komunikasi; pada usia 21 di estate ayahnya di Itali, ia mengirim sinyal-sinyal telegraf wireless sampai sejauh dua kilometer.
Apa yang ia kerjakan diinspirasi oleh Heinrich Hertz, yang menemukan gelombang wireless, James Clerk Maxwell, yang pertama-tama menjelaskan tentang gelombang electromagnetic, Oliver Lodge, seorang professor di Oxford University, dan Augustus Righi, seorang professor fisika di Bologna University dan teman keluarga dekat.
Tahun 1896, Marconi dan ibunya pindah dari Itali ke London di mana Marconi kemudian mendirikan bengkel. Dalam beberapa bulan, ia menyerahkan hak patent pertamanya untuk transmisi wireless dengan memakai gelombang Hertz.
Hampir dengan segera, Marconi menjadi seorang selebriti dan mendapat dukungan publik, Angkatan Laut Inggris dan Itali, Kantor Pos Inggris, dan Ratu Victoria. Publik kagum dengan ide pesan-pesan berkode melalui udara (apa yang kita kenal sekarang sebagai gelombang radio) lebih daripada  melalui kabel seperti telegram tradisional
Baca cerita lengkapnya di: http://thevarsity. ca/articles/ 29188
(Southgate http://www.southgat earc.org/ news/march2010/ discovery_ of_wt.htm )

Iklan

About Ashar

grandfather, husband, brother, father, father in law

One response »

  1. drsajeev berkata:

    any new news about radio dixing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s