AWR “Wavescan” – DX Program

* Program No NWS59 (ENGPU_WAVE_20100411)
* Production Date Tuesday April 6, 2010
* Broadcast Date Sunday April 11, 2010
* Research & Script
Dr. Adrian M. Peterson, Indianapolis, Indiana USA
* Recording
Studios of shortwave WRMI, Radio Miami International, Miami, Florida

* Pedoman waktu yang berdetik – Stasiun Chronohertz WWV
Sudah cukup lama tiap orang yang mendengarkan radio shortwave jadi terbiasa menangkap detik sinyal waktu yang terdengar dari sebuah stasiun chronohertz yang berlokasi di suatu tempat di dunia kita ini. Stasiun-stasiun itu bisa terdengar kapan saja di jalur shortwave, biasanya pada frekuensi yang tetap seperti 5 MHz, 10 MHz, 15 MHz dsb, walau beberapa di antaranya terdengar pada channel alternatif. Stasiun-stasiun chronohertz itu memancarkan sinyal-sinyal waktu yang sangat akurat, juga sinyal-sinyal tone yang sangat akurat, pada frekuensi yang sangat akurat pula.
Transmisi dari stasiun-stasiun ini dipakai untuk memelihara waktu yang akurat, dan untuk keperluan mencheck berbagai macam peralatan electronic. Sinyal-sinyal shortwave tersebut juga dipakai untuk pengukuran waktu dalam riset gempa bumi, dan oleh para monitor radio internasional sebagai pedoman pada kondisi propagasi.
Walaupun beberapa stasiun chronohertz masih aktif di jalur shortwave pada berbagai negara di seluruh dunia, yang tertua dan paling terkenal adalah stasiun kembar WWV di Amerika Serikat dan WWVH di tengah Samudra Pacific di Kepulauan Hawaii. Pada acara Wavescan kali ini, kami mengangkat cerita tentang yang terbesar dari semua stasiun tersebut, WWV di Fort Collins di Colorado.
Yang menarik, stasiun shortwave WWV bukan mengawali sejarah panjang dan gemilangnya di jalur shortwave, dan tidak juga mengudarakan sinyal-sinyal chronohertz dalam era tersebut. Sebaliknya, WWV memulai kariernya di mediumwave, dan sebagai sebuah stasiun siaran radio entertainment. Begini ceritanya.
Awalnya, di tahun 1901, NBS, National Bureau of Standards, didirikan di Washington DC dan salah satu tugas pertamanya adalah melakukan riset dalam hal faktor-faktor yang mempengaruhi propagasi radio. Di bulan Oktober 1919, NBS memperoleh ijinnya sebagai sebuah stasiun siaran radio dan diberi call letter WWV.
Siaran percobaan pertama dari stasiun radio baru ini mengudara dalam bulan Mei 1920 dengan daya 50 watt pada channel mediumwave 600 kHz. Selama kurun waktu itu programnya hanyalah sederet konser musik pada tiap hari Jum’at sore. Terhitung sejak bulan Mei 1920, stasiun WWV meng-claim sebagai stasiun radio tertua yang terus menerus beroperasi di Amerika Serikat.
Menjelang akhir tahun yang sama, stasiun WWV mulai mengudarakan market report dalam Morse Code, dengan memakai sebuah spark transmitter 2 kW pada 750 kHz, masih tetap di jalur mediumwave.
Tetapi, dua tahun kemudian, NBS menetapkan kembali tujuan siaran-siaran WWV dan itu merupakan standard acuan yang akurat bagi stasiun-stasiun siaran radio lainnya. Misalnya, WWV mulai menjalankan perannya pada 29 Januari 1923, dengan memakai sinyal tone pada berbagai frekuensi audio di beberapa channel radio yang berbeda sesuai dengan giliran jadwalnya.
Yang menarik, pada tahun 1926 ketika stasiun-stasiun lain juga mengudara sebagai stasiun frekuensi standard, NBS mengumumkan bahwa tugasnya tidak lagi diperlukan dan bahwa mereka merencanakan untuk menutup stasiun. Tetapi, dengan munculnya begitu banyak protes siaran-siaran dari stasiun WWV dipertahankan dan bahkan memperluas jangkauannya.
Lima tahun kemudian, WWV pindah dari lokasi bangunan dua tingkat di Washington DC ke sebuah fasilitas baru di College Park di Maryland. Dalam tahun berikutnya, mereka pindah tempat lagi, kali ini ke Beltsville yang berdekatan, masih di Maryland. Tetapi, pada 6 Nopember 1940, sebuah kebakaran yang tidak diketahui penyebabnya nyaris menghancurkan seluruh stasiun dan karena itu mereka pindah lagi ke bangunan yang berdekatan beserta peralatan yang bisa diselamatkan dan memakai transmitter sementara yang berdaya 1 kW.
Dua tahun kemudian, stasiun WWV pindah sekali lagi ke sebuah lokasi baru di Beltsville dan mereka kembali melakukan transmisi pada tiga channel shortwave dari transmitter yang masing-masing beradiasi sekitar 10 kW. Di tahun 1961 nama tempat ini diubah dari Beltsville menjadi Greenbelt.
Tetapi, di saat itu, mengingat diperlukannya sebuah stasiun baru yang besar dan bisa menjangkau dengan lebih baik ke seluruh Amerika Serikat, stasiun WWV dipindahkan ke sebuah lokasi baru dan bersebelahan dengan saudaranya, stasiun longwave WWVB dekat Fort Collins di Colorado. Pada tengah malam GMT tanggal 1 Desember 1966, WWV di Greenbelt MD berhenti mengudara udara dan WWV Fort Collins CO diaktifkan.
Saat ini, stasiun WWV mengudara dengan total sepuluh transmitter shortwave, sebuah transmitter utama dan sebuah cadangan untuk masing-masing dari lima channel shortwave. Anda bisa mendengarnya dari hampir seluruh negara, tergantung waktunya dan sesuai dengan kondisi propagasi saat itu. Berikut daftar konfigurasi on-airnya:-
2.5 MHz 2½ kW
5.0 MHz 10 kW
10.0 MHz 10 kW
15.0 MHz 10 kW
20.0 MHz 2½ kW
Stasiun radio WWV khususnya selalu merupakan pemberi verifikasi yang baik dan banyak kartu QSL yang telah diterbitkan, baik di waktu awal mereka di lokasi Maryland demikian juga sekarang di lokasi Fort Collins. Kartu QSL WWV terdiri dari tiga bagian folder dengan banyak informasi menarik, dan kartu-kartu ini diberi nomor urut.

* Stasiun Chronohertz WWV Amerika dan Satelit Sputnik Russia
Pada tanggal 4 Oktober 1957 satelit Sputnik 1 berhasil diluncurkan ke ruang angkasa dari sebuah lokasi di Russia. Peristiwa bersejarah ini merupakan surprise di seluruh dunia.
Dalam kendaraan angkasa kecil itu terdapat sebuah transmitter radio yang memancarkan pulsa beep beep selama mengelilingi dunia pada kecepatan 18’000 mil per jam. Guna menghormati peristiwa penting ini, Radio Moscow menerbitkan kartu-kartu QSL yang memberi verifikasi sinyal beep beep dari Sputnik 1. Kartu QSL ini menjadi sesuatu yang sangat diinginkan, dan sedikit saja yang pernah ditawarkan di Ebay dengan harga yang sangat tinggi.
Sputnik, yang berarti traveller dalam bahasa Russia, berada di orbit mengelilingi dunia hanya selama 3 bulan. Pada saat memasuki kembali atmosfir bumi, peralatan elektronik di Sputnik 1 berhenti beroperasi, dan pada tahap ini stasiun chronohertz WWV memainkan peranan yang menarik dan meyakinkan.
Dr John Kraus, professor di Ohio State University melacak deteriorasi Sputnik 1 dan ia mengetahui bahwa sebuah meteor masuk ke bagian atas lembaranan atmosfir dan menimbulkan bekas udara yang terionisasi. Udara yang terionisasi ini merefleksikan sinyal radio kembali ke bumi, memperkuat sinyal di receiver di bumi selama beberapa detik. Penguatan akibat refleksi sinyal radio ini dikenal sebagai pecahan meteor.
Dr Kraus memperhitungkan bahwa apa yang ditinggalkan oleh Sputnik 1 akan menunjukkan efek yang sama dengan pecahan meteor ketika ia memasuki kembali atmosfir bumi, tetapi dengan skala yang lebih besar. Prediksinya terbukti akurat dan ia bisa mengikuti turunnya satelit itu menuju kehancurannya.
Dr Kraus menyetel sebuah receiver radio di 20 MHz sinyal dari WWV, yang terletak di Beltsville di Maryland waktu itu. Channel ini mengudara hanya dengan 1 kW.
Pada hari naas itu, 4 Januar i 1958, tepat 3 bulan setelah peluncurannya, Sputnik 1 berkeping-keping ketika mendarat. Sesuai dengan penguatan propagasi yang disebabkan oleh pecahan meteor, sinyal 20 MHz 1 kW dari WWV jelas menguat untuk beberapa durasi selama lebih dari 1 menit. Penguatan sinyal ini bersamaan dengan prediksi yang diketahui mengenai waktu dan jalan Sputnik 1.
Sebagai tambahan mengenai jalan menuju kehancuran ini, berbagai penguatan sinyal dari WWV menegaskan observasi lain yang sebelumnya belum pernah ditest, dan bahwa sebuah satelit tidak akan tetap utuh sewaktu jatuh menurun menuju kehancuran. Ketika kendaraan angkasa mencapai atmosfir dengan kecepatan tinggi seperti itu, akan pecah berkeping-keping.
Dua fakta ini, jalan turun dan pecah, keduanya dikonfirmasi oleh penguatan sinyal-sinyal WWV yang direfleksikan dari bekas udara yang terionisasi dalam waktu singkat dan tertinggal di belakang ketika kendaraan angkasa Sputnik 1 yang naas menuju planet bumi.

About Ashar

grandfather, husband, brother, father, father in law

2 responses »

  1. Haris Istanto berkata:

    Selamat pagi, posting yang mengesankan banget, sukses untuk anda.
    Kunjungi juga Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, ada posting yang membahas : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, dan artikel lain yang berguna, jangan lupa kasi komentar yaaa. Makasih.
    proses kerja, usaha cuci sepeda motor, sepeda motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s