Cerita tentang kapal-kapal besar Olympic, Britannic, dan … Titanic.

CONTACT Volume 42 No. 1 – Januari 2005
WAVESCAN No.433 20 April 2003
Titanic – 15 April 1912

Tulisan Dr. Adrian M. Peterson, Indianapolis, Indiana USA

Hari-hari ini hampir tiap orang mengenang kembali tenggelamnya Titanic, kapal terbesar di dunia saat itu, yang dengan tragis mengambil korban jiwa. Tetapi masih banyak lagi hal-hal yang menarik yang berkaitan dengan cerita mengenai Titanic, termasuk pemakaian peralatan wireless. Sudah 91 tahun [sekarang 98 tahun – ed.] peristiwa itu terjadi.

Kita kembali ke tahun 1898, tahun di mana seorang penulis Amerika yang tidak dikenal – Morgan Robertson – menulis sebuah novel dengan judul “Futility” [“Sia-sia” – ed.]. Ceritanya mengenai sebuah kapal penumpang Inggris yang baru dan sangat besar dengan nama “Titan”. Dalam pelayaran perdananya menyeberangi Samudra Atlantik “Titan” menabrak sebuah gunung es di suatu tengah malam di bulan April di lepas pantai Newfoundland dan mengambil korban jiwa 3’000 orang. Novel tua tentang kapal khayalan “Titan” nyaris merupakan sebuah prediksi mengenai apa yang terjadi pada “Titanic” 14 tahun kemudian.

Sesungguhnya ada 3 kapal penumpang besar sekelas “Olympic”, yaitu Olympic, Britannic, dan Titanic. Ketiga kapal itu mengalami serangkaian tragedi dan peristiwa-peristiwa aneh.

Olympic diluncurkan pada hari yang sama dengan Titanic, 20 Oktober 1910, dan juga disebut sebagai kapal terbesar dan teraman. Kapal ini terlibat dalam beberapa kecelakaan maritim. Kapal itu dipakai sebagai sebuah pengangkut pasukan Kanada selama Perang Dunia I dan dibesituakan pada tahun 1935.

Anehnya, pada tanggal 11 Nopember 1929 ketika Olympic berada di Atlantik di atas bangkai Titanic di bawahnya, mengalami guncangan keras selama 2 menit. Informasi yang diberikan kemudian menyatakan bahwa guncangan keras itu disebabkan oleh sebuah gempa bumi bawah laut.

Kapal White Star, Britannic, diluncurkan di tahun 1914, empat tahun setelah si kembar Olympic dan Titanic. Kapal baru ini, Britannic, juga “kapal terbesar dan teraman”, pada awalnya dibuat dengan nama “Gigantic”. Kapal ini didesain sebagai sebuah kapal penumpang tetapi segera diubah untuk bisa dipakai sebagai sebuah kapal rumah sakit di Laut Tengah selama Perang Dunia I.

Dua tahun kemudian Britannic mengalami kerusakan berat disebabkan oleh karena sebuah ledakan besar, bisa jadi dari sebuah bahan peledak apung atau sebuah torpedo kapal selam. Hanya 55 menit kemudian kapal itu tenggelam di lepas pantai sebuah pulau dekat Yunani.

Cerita tentang Titanic sangat terkenal. Dalam pelayaran perdananya dari Inggris ke New York, kapal itu menabrak sebuah gunung es sekitar tengah malam dan tenggelam sebelum fajar.

Pesan darurat dalam kode Morse “CQD dan SOS dari MGY Titanic” dikirim oleh operator wireless Jack Phillips dan Harold Bride. Pesan-pesan ini diterima oleh beberapa kapal lain di wilayah berdekatan di Atlantik, dan juga oleh stasiun-stasiun pantai di Amerika Serikat, termasuk stasiun CC di Cape Cod, dan stasiun MHI di atas Wanamaker Store di New York oleh operator David Sarnoff.

Tetapi, adalah kapal Carpathia yang telah menyelamatkan lebih dari 800 penumpang Titanic yang selamat dari air yang membeku, dan terus menerus mengirim pesan-pesan Morse dari transmitter PA wirelessnya.

Beberapa kali transmitter PA di Carpathia tidak selalu bisa tertangkap di New York dan karenanya transmitter kapal-kapal lain mulai merelay pesan-pesan itu, termasuk kapal Britannic dan sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat, Salem. Dalam kekacauan dan kasarnya transmisi kode Morse, beberapa operator radio amatir mulai mengirimkan pesan-pesan mereka sendiri, semuanya tidak asli.

Pesan-pesan kode Morse dari Carpathia, baik yang langsung maupun relay dari kapal-kapal lain, hanya dimaksudkan untuk stasiun-stasiun maritim dan surat-surat kabar di wilayah New York. Tetapi, perhatian begitu besar pada informasi yang mengerikan itu, bersamaan dengan nama-nama penumpang yang bisa diselamatkan, sehingga tiap orang yang punya receiver wireless dan mengenal kode Morse tune in untuk bisa menyimak kejadian yang tragis ini.

Selama 3 hari peristiwa yang sedang berlangsung di Atlantik itu, sejumlah besar orang berkumpul di lokasi berbagai receiver wireless. Walaupun pesan-pesan Morse ini ditujukan untuk transmisi point-to-point, banyak sekali pendengar di berbagai lokasi yang berbeda nyaris mengubah pesan komunikasi itu menjadi siaran-siaran wireless.

Hanya ada 2 orang yang pernah bertugas di ketiga kapal yang mengalami kejadian tragis itu, Olympic, Titanic dan Britannic. John Priest adalah petugas pemadam kebakaran di ketiga kapal itu. Kemudian ada Violet Jessop. Ia adalah seorang stewardess di Olympic dan Titanic, dan perawat di Britannic. Ketika ia sudah berada di perahu penyelamat ketika menghindari Titanic yang sedang tenggelam, ada orang yang memberinya seorang bayi perempuan. Bertahun-tahun kemudian, setelah pensiun, Violet menerima panggilan telepon dari seseorang yang tak dikenal. Panggilan itu ternyata berasal dari bayi perempuan itu, yang sekarang telah tumbuh dewasa, yang telah ia selamatkan bertahun-tahun lalu dari Titanic yang tenggelam.

Iklan

About Ashar

grandfather, husband, brother, father, father in law

One response »

  1. […] swl 1.096 May 2010 4 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s