*** ATENSI #162/15 edisi Mei 2010 telah saya terima tanggal 25 Juni 2010. Terima kasih dan salut buat bung Jayadi & staf yang telah berhasil menampilkan wajah media MAPEMCLUB menjadi semakin aktual dan menarik. Maju terus, kawan.

*** DX LISTENING DIGEST 10-24, June 17, 2010 Incorporating REVIEW OF INTERNATIONAL BROADCASTING edited by Glenn Hauser, http://www.worldofradio.com

** NETHERLANDS ANTILLES [and non]. Cerita mengenai Bonaire — Berikut adalah naskah brosur yang telah saya tulis di tahun 1989 setelah mengunjungi stasiun tersebut. Bisa juga dibaca secara on line di
http://jonathanmarks.libsyn.com/index.php?post_id=622794
tulisan yang menjelaskan bagaimana mengumpan transmitter itu.

STASIUN RELAY RADIO NETHERLANDS BONAIRE
Tiga menit sebelum awal tiap siaran Radio Netherlands Anda akan mendengar detil frekuensi yang dibacakan mengudara. Referensi dibuat biasanya berdasarkan kenyataan bahwa siaran berasal dari transmitter di Netherlands, atau via satu dari dua stasiun relay Radio Netherlands di luar negeri. Salah satunya berada di pulau Madagascar, lainnya di pulau Bonaire di Netherlands Antilles.

LOKASI
Bila Anda mengambil peta dunia dan melihat kea rah utara pantai Venezuela, yang pasti sekitar 80 kilometer, Anda akan menemukan 3 pulau. Biasanya mereka disebut pulau-pulau “ABC”, walaupun sebenarnya lebih tepat ACB — ”Aruba”, “Curaçao” di tengah, dan pulau yang terjauh ke sebelah Timur disebut “Bonaire”. Sampai tahun 1986 ketiga pulau itu merupakan bagian dari Netherlands Antilles. Tetapi Aruba saat ini telah memperoleh status khusus sebagai bagian dari usaha kea rah kemerdekaan penuh dari Holland.
Walaupun hanya seluas 288 kilometer persegi, Bonaire adalah sebuah pulau dengan banyak kontras. Di bagian utara banyak bukit di sekitar Slagbaai, sementara di bagian selatan sama sekali datar. Dari sudut pandang media, pulau tersebut dikelola dengan baik. Terdapat 4 stasiun radio, cable system dan sebuah stasiun televisi. Transmitter output gabungan stasiun-stasiun radio itu mencapai 1,204,750 kilowatt [sic], jadi Anda bisa punya gambaran bahwa Bonaire memiliki peran yang cukup bagus di radio. Diperlukan 750 watt untuk stasiun radio lokal FM, “Voz di Bonaire” (berarti “Voice of Bonaire”), 4000 watt lainnya untuk stasiun “Ritmo FM”, dan 650 kilowatt dipergunakan oleh stasiun evangelis, Trans World Radio, yang berada di bagian selatan pulau. Sisa 550 kilowatt diradiasikan dari stasiun relay Radio Netherlands di bagian utara Bonaire.
Ide membangun stasiun relay di Bonaire bermula pada tanggal 16 September 1954, ketika batu pertama diletakkan di pusat transmitter shortwave Lopik di jantung Holland. Mendengar Netherlands memulai rencana untuk mengembangkan external servicenya, pemerintahan Antillen membuat proposal dari pada membangun sebuah stasiun besar di Holland, sebaiknya Radio Netherlands memutuskan untuk membangun bagian dari stasiun itu di Caribbia.
Sepertinya tidak demikian awal kebutuhannya. Tetapi di tahun 1960 ketika Drs Leeuwe Frans Tijmstra menjadi kepala external
broadcasting service Belanda, masalah tersebut kembali menjadi pertimbangan. Ia menyadari perlunya mentransmit sedekat mungkin dengan wilayah sasaran yang jauh dan kebetulan melihat proposal relay Antillen. Segera setelahnya Jackie Debrot, Menteri Kebudayaan Antillen, memberitahu Radio Netherlands bahwa mereka telah menandatangani sebuah perjanjian dengan Trans World Radio untuk pembangunan sebuah stasiun radio medium dan shortwave di Antillen.
Dr Tijmstra segera menelpon Trans World Radio untuk memberi ucapan selamat atas kesuksesan mereka, dan memberi saran bahwa Radio Netherlands menaruh minat untuk menyewa airtime, bila tersedia. Di akhir tahun 1963,kontrak diteken, dan tahun berikutnya program-program Radio Netherlands direlay oleh TWR Bonaire.
Tim kecil gabungan Radio Netherlands dan personil TWR diberi tugas untuk menyusun siaran-siaran harian 50 menit. Beberapa acara direkam 4 minggu sebelumnya dan dikirim ke Bonaire dengan pos udara — tetapi berita-berita dan current affairs harus diambil langsung dengan sistim penerimaan yang canggih. Awalnya berupa antenna rhombic penerima transmissi reguler AM dari Lopik. Kemudian, dinas PTT Belanda membuat sebuah special Single Sideband feed via sebuah transmitter di Kootwijk. Hal ini memperbaiki mutu sinyal stasiun relay Bonaire untuk re-broadcast.

FASILITAS TERPISAH
Sekarang menjadi jelas bagi management Radio Netherlands bahwa mereka memerlukan setidaknya 2 stasiun relay di luar negeri guna mencapai wilayah sasaran yang jauh dengan sinyal yang kompetitif. Bonaire ideal untuk wilayah Amerika dan Pacific, sementara Madagascar sedang dipertimbangkan untuk wilayah Afrika Selatan dan Timur plus Asia. Menyewa waktu siaran dari Trans World Radio memberi hasil dalam membentuk audiens yang lebih besar, tetapi tujuan akhir adalah sebuah stasiun relay milik mereka sendiri. Setelah beberapa negosiasi alot di Den Haag, tujuan itu akhirnya tercapai, dan di bulan Maret 1969 sudah siap untuk diresmikan. Dua buah transmitter shortwave 300 kilowatt telah dibeli dari perusahaan Philips, dan sebuah antenna besar dari Switzerland.
Walaupun rencana untuk sebuah satellite feed untuk sinyal studio telah dibicarakan di hari berikutnya setelah stasiun diresmikan, tetapi akhirnya di tahun 1978 baru bisa direalisasikan. Hal itu memungkinkan Radio Netherlands untuk menyiarkan lebih banyak lagi materi penting, dan menjadikannya sebagai salah satu broadcaster shortwave pertama yang memakai satellite feed untuk stasiun relay di seberang lautan, yang awalnya dilakukan via rute yang sulit melalui Curaçao, sampai tahun 80an ketika piringan penerima Intelsat dipasang di Bonaire.

KEADAAN STASIUN SEKARANG
Di luar kota Kralendijk terdapat pusat penerimaan satellite dan perkantoran administrasi. Sinyal di kirim melalui satellite
circuit dalam format digital. Di stasiun penerimaan satellite sinyal itu dikonversi kembali menjadi sinyal audio. Kabel dan radio link
menghubungkan stasiun penerima dengan lokasi transmitter sekitar 10
kilometer ke arah barat laut.
Ingat sebelum era satellite, program-program diambil dari shortwave. Bukan cara yang bagus untuk membangun stasiun penerima shortwave bersebelahan dengan antenna transmitter yang berdaya 550 kilowatt!
Lokasi transmitter itu berjarak 10 menit perjalanan dari Kralendijk. Di perjalanan sepanjang pantai Anda tidak hanya melihat menara-menara antenna, (yang tertinggi 105 meter) tetapi juga mendengar suara angin yang bertiup dengan konstan melalui tiang-tiang. Stasiun itu punya 14 antenna yang mengarah ke Afrika Barat, Pacific, Amerika Utara, Tengah dan Selatan. Sebuah antenna omni-directional dipakai untuk melayani Caribbia. Sebagian besar antenna adalah curtain array, arahnya bervariasi dalam lengkungan 30 derajat dengan slewing.

6000 LITER PER HARI
Ketika stasiun itu berdiri, power yang dihasilkan oleh pulau itu tidak cukup untuk melayani stasiun. Karenanya 5 buah generator diesel segera dipasang, 3 di antaranya siap setiap waktu. Generator itu menghasilkan total satu juta watt untuk menggerakkan transmitter. Itu hampir sama dengan konsumsi energi per hari untuk 40 buah rumah dengan peralatan komplit dalam sebulan.
Mesin-mesin diesel bekerja selama 9 bulan dan selanjutnya dibongkar untuk pemeliharaan. Rumah generator tidak memiliki pintu di satu sisi gedung; panas harus diusahakan keluar. Tetapi walaupun dengan pintu terbuka, suhu di dalam sana 35˚ C. Stasiun relay menghabiskan sekitar 6000 liter minyak gas [sic] per hari. Itu bernilai sekitar US$1300. Pengiriman dilakukan setiap 2 hari, walaupun stasiun menyimpan beberapa hari supply dalam tangki-tangki cadangan.
Udara yang mengandung garam adalah salah satu musuh terbesar. Cat khusus anti-karat harus dipakai untuk mencegah antenna (dan menara-menara penyangga) dari kehancuran. Air laut yang mengandung garam dipakai tidak langsung untuk mendinginkan generator dan salah satu dari transmitter Philips 300 kW yang tua.

TIGA TRANSMITTER
Stasiun relay Bonaire Radio Netherlands telah diupgrade di tahun 1989 dengan sebuah transmitter baru 250 kilowatt buatan Brown Boveri. Transmitter itu menggantikan sebuah transmitter yang lebih tua Philips 300 kW yang sekarang disimpan untuk standby. Pemancar Philips 300 kW yang lain masih tetap dipakai sehari-hari. Stasiun itu beroperasi sampai 19 jam sehari selama 20 tahun, dan dengan beberapa jam di pagi hari untuk pemeliharaan, adalah tidak mungkin untuk membongkar bagian besar sebuah transmitter dan harus memakainya lagi beberapa jam kemudian.
Bila Anda pernah mengalami sengatan listrik dari sebuah peralatan, tentu bisa membayangkan bagaimana Anda harus berhati-hati ketika sebuah kekuatan sampai 28,000 volt dipergunakan dalam transmitter modern. Komponennya tentu mahal juga.
Saat ini terdapat 42 orang yang bertugas di stasiun relay Bonaire Radio Netherlands. Tiga orang staff adalah orang Belanda, sisanya berasal dari semua wilayah Netherlands Antilles. Mereka adalah team pekerja keras yang bertugas sepanjang waktu guna memastikan program-program sampai ke sasarannya!
(Jonathan Marks, shortwavesites yg via DXLD)

Ingat, yang di atas tadi adalah cerita 21 tahun yang lalu! Sejak itu telah terjadi beberapa perubahan, seperti pemasangan transmitter DRM, dan sebuah transmitter yang asalnya dirahasiakan (Glenn Hauser, DX LISTENING DIGEST)

Yang “dirahasiakan” oleh Glenn di atas ditanggapi oleh Kai Ludwig, Jerman tanggal 20 Juni 2010 [via dxldyg / WORLD OF RADIO 1518 / DXLD 10-25 tanggal 25 Juni 2010] sbb.:
“Dua transmitter baru yang menggantikan Philips yang tua adalah dari Thomsons”.

*** Dari koleksi QSL:

RNW April 2008 via Dushanbe, Tajikistan

RNW Juli 2008 via Tinang, Philippines

Iklan

About Ashar

grandfather, husband, brother, father, father in law

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s