Adventist World Radio

AWR “Wavescan” – DX Program

* Program No NWS72 (ENGPU_WAVE_20100711)
* Production Date Tuesday July 6, 2010
* Uploaded Date By – EDT Wednesday July 7, 2010 8:00 pm EDT
UTC Thursday July 8, 2010 0000 UTC
Singapore Morning, Thursday July 8, 2010
* Broadcast Date Sunday July 11, 2010
* Research & Script Dr. Adrian M. Peterson, Indianapolis, Indiana USA
* Recording Studios of shortwave station WRMI, Radio Miami International, Miami
* Distribution AWR Network

Wavescan NWS72

* QSL Kapal Jaman Baheula
Cerita tentang QSL bertema kapal jaman dulu ini kami awali dengan beberapa postcard dengan warna yang sangat tua terkait dengan transmisi wireless di jaman itu. Tiga kartu yang paling tua semua memperlihatkan gambar yang sama, sebuah versi artistik gambar humor. Dua buah kapal di tengah laut saling berbicara dalam Kode Morse, sementara seekor ikan dalam air di bawahnya bercakap dengan ikan lain: Apa yang mereka bicarakan?
Tiga kartu yang paling tua bertanggal 4 Desember tahun 1902. Kartu yang ke 2 bertanggal 2 tahun kemudian, dan kartu yang ke 3 tidak bertanggal sama sekali. Sepertinya semua kartu-kartu itu dicetak dalam tahun 1902, dan jelas mengklaim sebagai kartu-kartu wireless tertua di dunia.
Selembar kartu wireless bertanggal bulan Agustus tahun 1910 akan berusia 100 tahun. Kartu ini dicetak dalam bahasa dan aksara Jerman, dan menyampaikan pesan Kapten tentang kedatangan kapal Blucher di Gudvangen Fjord, Norwegia.
Kartu wireless antik lainnya memperlihatkan sebuah kapal penumpang besar menyampaikan sebuah pesan Natal ke stasiun di darat. Kebetulan sekali, kartupos ini bertanggal 24 Desember 1914, yang merupakan hari yang tak terlupakan, hari Natal di mana perang dihentikan di garis depan selama Perang Dunia 1.
Tetapi, kami juga menyimpan beberapa kartu QSL yang diterbitkan untuk transmisi wireless dan radio dari transmitter di atas kapal di tengah laut; kapal-kapal penumpang, kapal-kapal barang, dan kapal-kapal angkatan laut. Yang tertua dari kartu-kartu itu bertanggal 21 Mei 1924, memberi verifikasi penerimaan transmisi spark wireless dari sebuah transmitter 1 kW di kapal Ka-Imi-Loa. Saat itu Kaimiloa sedang labuh jangkar di New Caledonia, Pacific Selatan.
QSL card lain, bertanggal tahun 1925, sebenarnya adalah sebuah lps pada selembar QSL card, yang melaporkan penerimaan QSO amateur dari 7RY di Amerika Serikat. Saat itu USS Wyoming berada di Pacific,dekat Hawaii, dan callsign transmitter di atas kapal angkatan laut itu adalah NWQ. Sebenarnya QSL ini double size dan dicetak di kertas, bukan di kartu.
Juga, kami menyimpan satu QSL card dari stasiun NRRL di atas kapal angkatan laut lainnya, USS Seattle, ketika Armada Great White sedang menuju perairan Australia.
Kembali ke Kaimiloa, ada cerita yang menarik. Di tahun 1924, pengusaha Medford Kellum membentuk apa yang dia sebut Ekspedisi Kaimiloa bekerja-sama dengan Bishop Museum di Honolulu. Tujuan ekspedisi ini adalah untuk melakukan studi ilmiah mengenai penduduk dan pulau-pulau di berbagai wilayah eksotik Pacific Selatan. Nama Kaimiloa berarti pengelana dalam bahasa Hawaii.
Sebenarnya kapal ini membawa sebuah transmitter spark wireless terdaftar dengan callsign KFUH dengan rating 1 kW. Tetapi, selama fase pertama perjalanannya di Pacific Selatan, operator mengalami kesulitan dalam kontak wireless yang memadai dengan Amerika Serikat.
Si pemilik, Medford Kellum memberi ijin untuk instalasi sebuah transmitter valve, atau tabung, maka Kaimiloa ditarik kembali ke Honolulu untuk mendapatkan peralatan baru yang dipasang dalam bulan Mei 1925. Transmitter itu sebenarnya adalah sebuah double unit yang terdiri dari 2 transmitter dengan rating 250 watt.
Segera setelah itu, Kaimiloa kembali menjalankan tugasnya di Pacific Selatan, singgah di beberapa kelompok pulau-pulau yang berbeda. Beberapa QSL card diterbitkan dari stasiun KFUH, dan diposkan di Suva, Fiji. Mungkin beberapa materi berita tentang ekspedisi ini disampaikan pada waktu itu juga dalam berita dunia melalui stasiun KFUH, dan mungkin juga dengan beberapa komentar langsung.
Peran terkenal Kaimiloa adalah bahwa transmitter elektronik di atas kapal merupakan hal pertama kali dalam sejarah radio di mana sebuah transmitter valve, atau tabung, dipasang di atas kapal.

Iklan

About Ashar

grandfather, husband, brother, father, father in law

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s